Dicibir Tetangga Karena "Memelihara Tuyul", Lulusan SMK Ini Buktikan Diri Jadi Desainer Teknologi Kelas Dunia
![]() |
sumber photo detiknews |
Selong, NTB - Arfian dan Arie, dua bersaudara lulusan SMK di Salatiga, Jawa Tengah, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Berbekal semangat dan kegigihan, mereka berhasil mendirikan D-Tech Engineering, perusahaan desain teknik yang karyanya diakui dunia.
"Sejak kecil, kami menyukai hal-hal yang berbau desain," kata Arfian, seperti dikutip di Kompasiana. Ketertarikan dan kegigihan mereka di bidang teknik membawa keduanya meraih mimpinya untuk mendesain komponen pesawat untuk perusahaan raksasa Boeing dan Airbus.
"Mendesain ulang jet engine bracket yang sesuai dengan manufacturing terdepan, sekarang ada yang namanya additive manufacturing 3D printing, itu belum banyak yang familiarlah," jelas Arfian, dikutip dari Liputan6.
Salah satu inovasi mereka yang paling mencengangkan adalah desain ulang jet engine bracket dengan memanfaatkan teknologi additive manufacturing atau yang lebih dikenal dengan 3D printing. Arie, sang adik, berhasil menciptakan alat penggantung mesin jet yang sangat ringan namun tetap kuat.
"Lomba ini membuat alat penggantung mesin jet seringan mungkin dengan tetap mempertahankan kekuatan angkut mesin jet seberat 9.500 pound. Saya berhasil mengurangi berat dari 2 kilogram lebih menjadi 327 gram saja. Berkurang 84 persen bobotnya,” ungkap Arie, dikutip dari Satelit News.
Karya-karya inovatif mereka menarik perhatian berbagai perusahaan internasional. "Pernah ada yang minta desain mobil lama GT40 dengan handling yang sama. Untuk proyek itu, si pemesan sampai harus membongkar komponen mobilnya dan difoto satu-satu untuk kami teliti. Jadi, kami yang menentukan mesin yang harus dibeli, sasisnya model bagaimana dan seterusnya. Hasilnya, kata si pemesan, 95 persen mirip,” jelas Arfian dalam wawancara dengan JPNN.
Sayangnya, prestasi mereka belum banyak dikenal di Indonesia. "Kalau ditanya apakah tidak ingin membantu perusahaan nasional, kami tentu mau. Tapi, apakah mereka mau? Di Indonesia kan yang ditanya pertama kali lulusan apa dan dari universitas mana," ujar Arfian kepada JPNN.
Meskipun begitu, Arfian dan Arie tetap semangat untuk mengembangkan teknologi di Indonesia. Mereka aktif menularkan ilmu kepada anak-anak SMK dan bercita-cita menjadikan Salatiga sebagai pusat manufaktur teknologi kelas dunia.
"Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi pusat industri manufaktur dunia. Terlebih lagi, teknologi 3D printing bakal menjadi tulang punggung industri masa depan. Itulah kenapa 3D design engineering sangat penting,” tandas Arfian, dikutip dari JPNN.