Ponggok, Desa Miliaran Rupiah yang Menginspirasi

KLATEN - Nama Desa Ponggok di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kian santer dibicarakan. Berkat kepemimpinan Junaedi Mulyono, desa yang dulunya terhitung miskin ini kini berpendapatan hingga Rp3,9 miliar per tahun dan disebut-sebut sebagai salah satu desa terkaya di Indonesia.

Keberhasilan Ponggok tidak lepas dari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang memiliki 11 unit usaha. Junaedi menuturkan, potensi tersebut mampu menggerakkan ekonomi desa secara signifikan.

"Kami membangun desa dengan BUMDes yang mempunyai 11 unit usaha seperti pariwisata, rental, kuliner, perikanan dan lainnya. Total penghasilan BUMDes ini Rp14,2 miliar," kata Junaedi, sebagaimana dikutip dari IG @adabtiv.

Pendapatan besar itu lantas dialirkan untuk menggenjot kualitas sumber daya manusia di Ponggok. Salah satu gebrakan Junaedi adalah Program 1 Rumah 1 Sarjana, yang memberi beasiswa sebesar Rp300 ribu per bulan kepada mahasiswa desa setempat.

"Mahasiswa yang ada di Ponggok ini mendapatkan beasiswa sebesar Rp 300.000,00 per bulan, langsung ke rekening mahasiswa untuk membantu biaya kuliah," ujarnya dalam kutipan yang sama.

Selain sektor pendidikan, BUMDes Ponggok juga menyokong beragam program kesejahteraan lain, termasuk jaminan kesehatan dan asuransi bagi warga. Di bidang pariwisata, Umbul Ponggok yang menawarkan wisata air dan spot foto bawah air pun menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dengan pengelolaan sumber daya yang matang, Ponggok berhasil mengubah citra desa miskin menjadi desa mandiri yang menginspirasi banyak pihak. Langkah ini diharapkan dapat memacu desa-desa lain di Indonesia untuk berani berinovasi dan memaksimalkan potensi lokal masing-masing.

------------

Disclaimer / Fair Use

Artikel ini memuat kutipan dari pihak ketiga (IG @adabtiv) untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami tidak mengklaim kepemilikan atas materi berhak cipta milik pihak ketiga. Apabila ada keberatan terhadap penggunaan kutipan atau data dalam artikel ini, silakan hubungi redaksi hamzaniedu.com untuk proses klarifikasi dan penanganan lebih lanjut. Kami berusaha menjaga keakuratan informasi sesuai data yang tersedia pada saat penulisan.